Ketika berbicara mengenai Mahabarata, maka tidak akan lepas dari dua klan terpenting, yakni Pandawa dan Kurawa. Meski saling berperang, keduanya berbagi nenek moyang yang sama. Jika dirunut, maka nenek moyang awal kedua keluarga tersebut berawal dari Candra, yakni Dewa Bulan. Dewa Candra adalah ayah dari klan kuno bernama Chandrawangsa.
Silsilah keluarga Nabi Muhammad SAW ini kemudian dimulai hingga kemudian anak-cucu keturunannya melalui garis pernikahan anaknya Fatimah putra Nabi Muhammad SAW dan Ali bin Abi Thalib berkembang hingga saat ini. Secara normal, garis silsilah anak dinisbatkan pada garis ayah dimana Ali bin Abi Thalib adalah nasab yang sesungguhnya.
Arjuna merupakan tokoh wayang yang memiliki watak cerdik, sopan, pandai, teliti, pendiam, bijaksana, dan melindungi yang lemah. Sosok Arjuna digambarkan sebagai pemimpin Kadipaten Madukara yang berada di wilayah Amarta. Dalam kisah pewayangan, Arjuna sering digambarkan sebagai laki-laki sempurna dengan wajah rupawan dan berhati mulia.
Referensi tentang tokoh ini terdapat dalam wiracarita Mahabharata, kitab Bhagawatapurana, Hariwangsa, dan Purana lainnya. Menurut Purana, ia merupakan putra Raja Surasena dari kaum Yadawa, sebuah bangsa di India, keturunan ksatria bernama Yadu. Menurut kisah Mahabharata, dia adalah kakak Kunti, yaitu ibu para Pandawa dari Hastinapura.
Salya. Salya ( Dewanagari: शल्य; IAST : Śalya) adalah raja Kerajaan Madra dalam wiracarita Mahabharata. Ia dikenal sebagai pemanah ulung dan kusir kereta yang handal. Salya merupakan kakak Madri, istri Pandu, ayah para Pandawa.
Suku Jawa adalah suku bangsa terbesar di Indonesia, dengan jumlah populasi sekitar 95.217.022 jiwa menurut Sensus Penduduk 2010. Baca juga: Mengenal 6 Suku di Jawa Timur, dari Suku Jawa hingga Suku Tengger. Hal ini berarti sekitar 41 persen populasi di Indonesia adalah masyarakat dari suku Jawa. Baca juga: Joglo, Rumah Tradisional Suku Jawa
.
silsilah keluarga pandawa dalam bahasa jawa